Friday, May 2, 2014

Masih Denganmu...



    
          Hari ini Selasa, 28 April 2014 aku mulai menulis lagi tentangmu, ya.. masih tentangmu dan selalu sering tentangmu “Darussalamku”.. tulisanku ini mungkin lebih panjang dari tulisan-tulisanku sebelumnya, tulisanku ini rangkuman dari kisah kita yang 28 April 2014 ini di 1 tahun perjalanan bersama.. tulisan ini juga tercipta karena malam ini aku begitu merindukan kamu, tulisan ini juga bisa tertuang karena aku tak pernah mampu jika harus mengungkapkan semua yang ku rasa padamu secara langsung.. tulisan ini untukmu..untukmu Darussalamku..
  
Sebulan yang lalu, tepatnya 6 April 2014 menjadi salah satu hari paling bahagia untukku. Hari dimana aku diSAHkan mendapatkan 3 huruf tambahan dibelakang namaku “Siti Syaristia Manik A, S.Pd”. Hari itu hari wisudaku, hari yang akan selalu terkenang karena dihari itu senyum bahagia itu ku persembahkan untuk ayah, mama, adik-adik dan juga untukmu.. aku begitu bahagia dan akupun juga berharap kamu bisa ikut bahagia dihari itu..

“Dalam sebuah perjalanan, yang akan lebih terkenang itu prosesnya BUKAN hasil akhirnya”
          Hari ini, hari-hari kemarin, hari-hari seterusnya mungkin aku akan selalu merindukan proses untuk mendapatkan gelar “SPd” itu.. proses yang membuat kita bisa selalu dekat, selalu bersama, selalu menyemangati, selalu berjuang, selalu tertawa dan berbagi kesusahan bersama.. pernah rindukah kamu akan hari-hari saat proses itu, sayang?? Ah, seandainya kamu tak pernah rindu tak mengapa, cukup kamu tahu saja, aku selalu merindukan tiap detik yang kulewati bersamamu saat itu..

Aku rindu mencuri-curi waktu kerjamu dari survey, mengunjungi beberapa tempat, mengurus surat-surat izin, hanya untuk mengantar, menemani, dan membantuku dalam  penelitian skripsi “pengembangan media leaflet sebagai alat bantu penyuluhan bagi ibu hamil mengenai asam folat” itu..

Aku rindu menghabiskan waktu denganmu sampai tengah malam dirumahku sambil merevisi bab-bab skripsi itu..

Aku rindu saat-saat kita berdebat, saat dimana kita beda pendapat tentang format dan isi dari bab-bab yang harus ku susun..

Aku rindu tertidur sejenak dipundakmu saat merasa begitu lelah menuliskan tiap pembahasan di skripsi itu dan langsung dilanjutkan olehmu..

Aku rindu saat-saat dimana kita tanya jawab untuk menambah pengetahuanku seputar asam folat itu..

Aku rindu di ingatkan dan di marahi saat lupa makan di waktu pengerjaan skripsi itu..

Aku rindu jalan-jalan malam hari bersamamu, disaat kita harus bolak-balik mencetak media leaflet itu didaerah benhil dan selalu ditemani rintik hujan..

Aku rindu saat-saat kamu harus tertahan dirumahku dan tak bisa pulang karena hujan deras setelah mengerjakan tiap revisi dari skripsi itu..

Aku rindu ke taman itu, taman yang sering kita kunjungi setelah mencetak leaflet hanya untuk menghilangkan penat sejenak…

Aku rindu saat-saat itu sayaang…

Ingatkah kamu hari Rabu, 29 Januari 2014 yang lalu.. 
          Hari dimana kita benar-benar mencuri waktu, hari dimana kita hampir seharian bersama ditemani dengan rintikan hujan. Hari dimana keadaanku sedang tidak baik dan demam. Pagi itu, ditemani rintik hujan, setelah ABSEN MASUK ditempat kerja, kamu mengantarku untuk terakhir kalinya mengunjungi tempat penelitian, yaitu “Puskesmas Pasar Minggu”. Setelah dari tempat itu, aku ikut menemanimu ke sebuah gedung didaerah cilandak untuk urusan visa yang memang pekerjaanmu. Menjelang siang hari, masih ditemani rintik hujan kamu melanjutkan untuk mengantarku kekampus hanya untuk bertanya ada info baru kah tentang jadwal sidang skripsi, dan betul saja Alhamdulillah setibanya di depan pagar kampus, teman sePayungku “Gusti Nyoman Agustina” memberitahukan via sms “lo maju bsk tis”. Campur aduk sekali rasanya hati saat itu, lelah bercampur bahagia karena tahu ada namaku dijadwal sidang terakhir disemester ganjil esok hari. Dibalik berita kebahagiaan, tentu masih harus ada kerja keras.. ya kerja keras belum berakhir, karena media leaflet untuk diperlihatkan saat sidang skripsi itu belum dicetak lagi.. buku-buku, kuesioner, dan materi-materi untuk dibawa saat sidang juga belum disiapkan. Lagi-lagi karena waktu yang begitu mepet, begitu deadline, begitu terburu-buru, tapi aku menikmatinya… setelah mengantarku ke kampus dan mengantarkanku kembali kerumah, kita berpisah sebentar karena kamu harus kembali ke kantormu dan aku tentunya mempersiapkan yang akan dibawa esok saat sidang skripsi itu..

          Ketahuilah sayaang.. siang itu setelah aku sudah ada dirumah, aku tidak langsung mempersiapkan yang akan dibawa saat sidang skripsi esok hari.. demamku terasa semakin parah, pusing kepalaku sudah tidak tertahankan, ingin rasanya tidur siang sejenak namun aku selalu teringat “bahwa nanti malam pas jam 00.00, umurmu bertambah, ya hari Ulang tahunmu di 30 Januari dan itu bertepatan dengan jadwal sidangku”. Aku berusaha menguatkan badanku, aku tidak memikirkan rasa sakitku hanya untuk memberikan sesuatu yang aku harap tak akan pernah kamu lupa disepanjang hidupmu nanti. Siang itu aku membuatkanmu cake birthday dadakan, kecil memang ukurannya, dan mungkin rasa dari cake itu juga tidak sebanding enaknya dengan cake-cake yang pernah kamu makan sebelumnya, tapi untukmu dengan penuh cinta dan rasa sayang aku membuatkannya.. 

          Malam hari kita bertemu lagi…dan kamu langsung membantuku membuatkan power point untuk persentasi skripsiku disidang esok hari, kamu juga membantuku menghitung hasil akhir dari survey kuesioner agar tak ada yang salah saat dipersentasikan, setelah itu kita menembus malam lagi untuk mencetak leaflet. Sesampainya disana, entah ada apa banyak sekali masalah yang kita temukan, dari akses menuju percetakan yang banjir, percetakan yang tidak mau membantu edit, hasil cetakan awal yang berantakan karena beda-beda warna ditiap bagiannya.. Aaah, rasanya hampir putus asa dan mau pasrah saja saat mempersentasikan leaflet itu didepan penguji esok hari.. Jam telah menunjukan waktu 00.00 dengan tanggal 30 Januari 2014, tahukah kamu sayaang… detik itu rasanya ingin sekali aku mengucapkan selamat ulang tahun untukmu didalam percetakan itu, detik itu rasanya ingin sekali aku menarik tanganmu sebentar untuk berhenti hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun untukmu, namun apa dayaku.. aku tak bisa seromantis itu.. aku belum mampu memberimu selamat tepat dipergantian umurmu..

          Tengah malam, tepat jam 02.00 setelah kita selesai mencetak leaflet dan kamu sudah mengantarkanku lagi sampai dirumah, aku baru memberikanmu selamat sambil memberikan cake buatanku itu..
Happy Milad sayaang..
Selamat merenungi berkurangnya umur..
Semoga selalu ada kebaikan dalam dirimu tiap harinya..
Semoga semakin Istiqmah di agamanya dan semakin Istiqamah di shalawatnya..
Semakin sayang sama orangtua, sayang sama kakak-kakakmu dan juga tentunya sayang dengan aku..
Barakallah fii umrik, my Darus..
Insya Allah S.Pd yang kudapatkan pagi hari akan jadi hadiah di ulangtahun 24 mu..

          ”And yeaaaay* dengan proses panjang sampai tengah malam setiap harinya, dengan proses sidang yang begitu menegangkan, dengan perjuangan sekaliii karena harus menunggu sampai jam 18.00 baru mulai sidang, Finally aku bisa melewatinya.. terimakasih atas pengingatanmu untuk terus berzikir dan bershalawat selama aku menunggu giliranku untuk masuk di ruang sidang.. Aku bisa melewatinya, aku bisa mendapatkannya, dan aku bisa memberikan HADIAH S.Pd itu dihari ulang tahunmu, disaat kamu menjemputku malam itu, dengan senyum bahagia kelelahan aku sudah mampu mengatakannya “S.Pd salah satu hadiah untukmu sayang” dan malam itu berakhir dengan ucapan selamat dari mama, adik-adik dan ditutup dengan DINNER ROMANTIS kita di TENDA-TENDA MAKANAN pinggir jalan raya itu..”

Tentangmu..dan masih tentangmu...
  

           Bersyukur dipertemukan Allah denganmu lewat cara-Nya, bersyukur bisa didampingi olehmu dimasa menanjak ini, dan bersyukur bisa mendampingi seorang pria yang tegas, kemauan belajarnya kuat, selalu berusaha memperlakukanku dengan sebaik-baiknya perlakuan,  sabarnya luar biasa, sehingga memacu diri ini untuk lebih baik lagi setiap harinya..  
          Kadang, kalau kamu ngomong sesuatu hal, aku baru mengerti beberapa hari berikutnya bahkan bisa beberapa bulan bulan berikutnya. Tapi itulah senangnya aku sama kamu, kamu begitu sabarnya menghadapi aku, stay be cool diposisimu… pemikiran kamu itu complicated, wawasanmu beda sama aku, cara berpikirmu suka ga kejangkau sama aku, tapi satu yang aku selalu suka darimu, “PENYABAR”…..
        Semoga yang baik-baik selalu ada untuk kita kedepannya, semoga hari-hari seterusnya semakin baik dan semakin bisa belajar dari tiap masalah yang ada, semoga..semoga..semoga Allah mengizinkan kita sampai dilangkah selanjutnya, semoga..semoga Allah selalu membimbing kita agar sama-sama pantas mendampingi kelak..Amiiiiiiiin



Sunday, January 12, 2014

Tak tahukah kamu?? *repost*

Tak tahukah kamu seperti apa perasaan hati yang tak terbalas?? 
menanti sesuatu yang tak kunjung datang??

Hari berganti hari, 

tetapi arah hatiku tak pernah berubah, SELALU TERTUJU KEPADAMU..
Aku tak pernah jenuh menunggu..
Menunggu untuk kamu cintai..
Namun, kamu hanya menganggapku masa lalu, seperti tak kasat mata aku bagimu..

Terkadang lelah menyuruhku menyerah, memintaku berhenti melakukan perbuatan sia-sia dan mulai mencari cinta baru..

 
Namun, bagaimana mungkin aku sanggup melakukannya, jika SEMUA TENTANGMU selalu mengikuti seperti bayangan yang menempel dibawah kakiku??

 
Dan bagaimana pula caranya membakar habis semua rindu yang berhari-hari mengendap d'hatiku??

Tak tahukah kamu???


Thursday, December 5, 2013

Hanya Mencintaimu.....




“Siapa yang bisa mengelak disaat Allah sudah berkehendak? Mau dilabuhkan pada siapa? Diri ini tidak pernah meminta” 

Hey kamu, lelaki yang selalu aku rindukan tiap harinya..

Entah mengapa semakin sering kita bertengkar, semakin takut rasanya aku kehilanganmu. Aku ingin sedikit bercerita tentang berbagai macam rasa yang aku rasakan akhir-akhir ini bersamamu.  Sejak 219 hari yang lalu, kamu benar-benar menyelip dalam relung hatiku. Kamu menjadi sosok baru yang sangat menarik jika kunikmati dari berbagai sisi. Aku hanya ingin kamu tahu, kamu sudah jadi seseorang yang kuhargai keberadaannya, ku tunggu pesan singkatnya, ku rindukan suaranya, ku rindukan kehadirannya, ku rindukan senyumnya, ku rindukan nasihatnya, kurindukan gombalannya,kurindukan perumpamaan “BERLAYARnya”,  ku rindukan semangatnya, dan ku rindukan sapaan pagi dan penutup malamnya.

Sejak setahun yang lalu kita berkenalan. Saat itu sudah mulai ada tambahan namamu didaftar kontak handphone yang ku punya. Sudah ada namamu memenuhi kotak masuknya, sudah ada namamu didaftar pertemanan jejaring sosialku. Kita sudah mulai beberapa kali bertukar cerita, mendengarkan suara satu sama lain, tapi aku BENAR-BENAR tak ingin membayangkan bahkan membawa hubungan kita saat itu kejenjang lebih serius. Cukup jadi teman. Hingga akhirnya kita semakin jauh dan hanya berbasa-basi tak jelas jika secara kebetulan bertemu dijejaring sosial. Masih menjadi TEMAN…

Lalu, setahun kemudian sosokmu muncul kembali secara tiba-tiba dengan beberapa cerita baru. “lama tak bertemu, sekalinya bertemu rasanya seperti pertama kali bertemu”. Tidak ada ketegangan saat itu, hanya rasa canggung dan begitu banyak pertanyaan diotak ingin ku ucapkan, tentang tujuan hadirnya kembali dirimu.

Hampir seminggu sekali kita bertemu hanya untuk menikmati malam dengan jalan-jalan yang tak jelas tujuannya. Hampir setiap hari komunikasi kita berlangsung meskipun itu mungkin hanya berbasa-basi mengisi kekosongan. Kamu mulai menjadi bagian dihari-hariku, jadi tawa yang membawa ketenangan sebelum tidur malamku. Tak hanya itu, kamu dan aku rela terlelap hingga subuh hanya karena tak ingin saling melepaskan baik lewat SMS ataupun lewat TELEPON. Terlalu terburu-buru kah aku jika menyebut semua itu CINTA? Jika terlalu terburu-buru, lalu apa namanya perasaan tak ingin melepaskan, meskipun ku sadar saat itu kamu tidak mungkin ada didalam genggamanku.

“Doa akan terjawab seiring berjalannya waktu”

Lewat cara-Nya kita dipertemukan dan lewat cara-Nya pula kita dipersatukan, hingga saat ini Alhamdulillah kita masih diizinkan bersama. Hingga saat ini masih dipercaya untuk mendampingimu, hingga saat ini rasa sayang dan cinta masih tertuju padamu..
Tentu tak bisa ku tutupi bahwa semakin hari semakin banyak intrik dihubungan kita ini. Normalkah intrik itu sayaang? Terkadang aku teramat yakin bisa melewati satu persatu intrik itu dan terkadang pula munculnya intrik itu melumpuhkan semua rasa dihatiku dan membuat sungai kecil diujung mata ini tanpa sengaja menetes. Tapi tahukah kamu sayang?? Semakin seringnya kita bisa melewati intrik itu bersama, semakin besar pula rasa cintaku untukmu, semakin takut pula aku kehilanganmu, aku takut kehilanganmu…

Sabarlah sayaang.. 
kita sama-sama sedang berproses. Tutupi kekuranganku dengan kelebihan yang ada pada dirimu, begitu pula aku akan menutupi kekuranganmu dengan kelebihan yang aku punya..

sabarlah sayaang..
kita sama-sama sedang berproses, menyusuri waktu bersama untuk lebih mengenal lagi satu sama lain. Tentu hal yang biasa jika banyak kejutan-kejutan tak terduga muncul saat proses mengenal itu…

sabarlah sayaang..
untuk terus mendampingiku, menutupi kekuranganku, menegurku jika ku salah, meluruskanku jika ku keliru.

“Aku ingin hanya kau yang ada disampingku, menemani perjuanganku, perjuangan kita berdua menuju kehidupan selanjutnya, menuju saat yang indah itu..”

Aku mencintaimu…setiap harinya semakin mencintaimu.. entah mengapa Sang Pemilik Rasa menghadirkan rasa itu agar tertuju padamu.. aku tak bisa menghindarinya, aku tak bisa mengelaknya..

Aku tak bisa memberikan alasan mengapa aku mencintaimu, bahkan aku tak akan pernah bisa mengungkapan semua rasa itu, cukuplah tulisan ini yang mewakili semua rasa. Cukuplah waktu yang akan memberi tahu padamu bahwa semua rasa itu ada..
                                                                                    
“Karena yakinku bila kita tertakdir bersama, hati kita selalu bersahutan untuk saling memanggil satu sama lainnya”






Aku tidak ingin cemburu, sayang..


Seiring berjalannya waktu, bagaimana jika aku mulai merasakan berkurangnya waktumu untuk bersamaku dan berkurangnya segala perhatianmu untukku...

Selama menjalani hubungan, aku pikir tidak akan ada yang namanya rasa cemburu berlebihan terhadapmu. Karena dari awal sebisa mungkin aku memberikan kepercayaan penuh untukmu..

Apakah karena kamu tidak tampan?

Tentu saja bukan karena itu. Meskipun aku memilihmu bukan karena wajah atau penampilan luar, namun aku akui betapa menariknya kamu saat itu. Ini terbukti dari banyaknya perempuan yang pernah jatuh hati dan cukup lama menjalani hubungan denganmu sebelum bersamaku saat ini..

Aku selalu mendengarkan tiap kali kamu sengaja atau tidak sengaja menceritakan bagaimana dulu kamu dan perempuan-perempuan itu saat masih bersama dalam suatu hubungan. Aku mencoba tetap tersenyum setiap kali kamu menceritakan bagaimana PENURUT dan begitu PERHATIAN nya mereka dan jelas itu tidak seperti diriku. Saat itu tak ada sedikitpun cemburu menyelinap dihatiku..

Apakah aku terlalu percaya diri?

Aku pikir tidak. Sebaliknya aku cukup tahu diri dengan wajah dan kelebihan di diri ini yang pas-pasan. Entahlah, tapi aku yakin kamu mencintaiku apa adanya. Dan beberapa sikapmu selama ini jelas cukup membuat ketenangan untukku.

Sebelum akhirnya benar-benar bisa denganmu, tentu kamu masih ingat tiap prosesnya kan? Proses dari awal kita bisa kenal lalu kamu menghilang tanpa alasan yang jelas, sampai pada akhirnya kita dipertemukan lagi untuk kedua kalinya. Dengan banyaknya pertukaran obrolan yang menemani kedekatan kita saat itu, tidak jarang kita sering bergombal ria, berjalan bersama tanpa tujuan, memberikan perhatian-perhatian kecil.. Arggh.. Aku masih ingat betul saat-saat itu. Walaupun yang kita lakukan tersebut hanya becandaan dan bukan keseriusan, tapi aku senang bisa dekat lagi denganmu saat itu..

Dan kini setelah ratusan hari aku mendampingimu, sungguh begitu banyak macam rasa yang kurasakan. Aku terlalu bahagia memilikimu sayang… dan rasa berlebihan itu membuatku percaya sepenuhnya terhadapmu, rasa berlebihan itu membuatku tidak ingin cemburu, rasa berlebihan itu membuatku terlalu yakin bahwa kamu pasti mengerti alasanku disaat perhatian yang kuberikan padamu sangat berbeda, tidak seperti yang kamu dapatkan dari perempuan-perempuan lain yang lebih dulu bersamamu..

Tapi kini aku merasakan ada yang berbeda diantara kita. Aku seperti kehilangan kamu yang dulu. Entah rasa ini apa namanya. Namun terkadang rasa itu cukup membuatku sesak, tidak bisa tidur, gelisah bahkan seringkali membuatku meneteskan air mata..

Salahkah aku bila rasa itu itu hadir saat ini? Aku sendiri tidak mengerti mengapa harus ada rasa itu didalam diri ini..

Apa karena sayang dan cintaku yang sudah berlebihan padamu?

Dalam pilu dan sedihku ada rasa perih yang menyayat lambung, dan kusimpulkan rasa itu CEMBURU.. Aku menyimpan cemburu pada kesibukan dan pekerjaanmu..

Aku tahu, aku bukanlah wanita sempurna yang menjadi pilihanmu. Dan sebelum kita bersama, tentu kau tahu bahwa aku bukan orang yang mudah sekali cemburu!! Disaat kini tlah bersamamu, aku berharap bahwa diriku masih menjadi aku yang lama. Yang tak mudah cemburu terhadapmu..

Aku tak mau mempunyai beban disaat kamu harus bersama wanita lain selain diriku, aku tak mau mempunyai beban disaat kamu berkeluh kesah tentang hidupmu, dan aku tak mau punya beban berupa cemburu disaat menerima tumpahan perasaanmu, saat kamu menceritakan perempuan-perempuan yang pernah kamu cintai. Aku ingin aku tetap rela, bila waktumu kau gunakan bukan dengan diriku, aku ingin bisa menerima apa adanya dirimu dengan segala macam kebiasaan, kegiatan dan hobimu.

Tapi…

Tapi aku hanya wanita yang terlalu biasa sayang..
Aku tak ingin cemburu padamu, tapi nyatanya aku sering sekali merasakan itu tanpa kamu mengetahuinya..

Aku hanya wanita yang terlalu biasa sayang…
Aku tak bisa mendengar dan melihatmu merasa kelelahan karena kesibukanmu..
Dan aku sangat tidak bisa lagi jika mendengar kamu tiba-tiba sakit karena kesibukanmu itu…


Sejujurnya..akupun tidak bisa jika mengetahuimu direpotkan oleh orang lain..
Aku tidak bisa mendengar disaat ada orang lain yang merendahkanmu ataupun menyakiti hatimu..
Aku tidak bisa melihatmu susah karena orang lain..entah karena alasan kebaikan atau apapun itu..

Aku tidak bisa sayaang..